-
NUSAfari: Bila Semua ASN Seperti Bang Mars… (12)
Kehadiran saya di Sumbawa Barat bukan tanpa sebab. Sekira dua tahun lalu, usai mewawancarai bang Mars, saya begitu terkesan dengan bagaimana beliau dan jajarannya berusaha membangun Sumbawa Barat yang lebih baik lagi. “Semoga saya ada rezeki untuk mengunjungi KSB (Kabupaten Sumbawa Barat), bang,” ungkap saya kepada beliau. — read more
-
NUSAfari: Menoreh Jati Diri dalam Dendang Seni Tradisi (11)
Seni tradisi tidak hanya berbicara soal musik dan tarian. Di dalamnya terdapat ekspresi pranata kehidupan masyarakat di sebuah wilayah, termasuk di Sumbawa Barat. Ketika mempelajarinya, kita diajak menelusuri kepribadian masyarakat di kabupaten paling barat Pulau Sumbawa ini. Lalu, bagaimana seni tradisi merangkumnya? — read more
-
NUSAfari: Berselancar di Desa, Berkelas Internasional (10)
Sumbawa Barat bukan hanya surga bagi olahragawan luar ruang semata. Lebih dari itu, di kabupaten paling barat pulau Sumbawa ini banyak anak-anak muda bertalenta olahraga luar ruang. Salah satunya yang saya temui di Pantai Jelengah, Sumbawa Barat. Di pantai ini, banyak bibit-bibit peselancar yang sudah mulai menorehkan prestasinya di kancah nasional. Menariknya, mereka tetap rendah… — read more
-
NUSAfari: Terjaga Pulaunya, Bahagia Wisatawannya… (9)
Kabupaten Sumbawa Barat memiliki puluhan pulau yang tidak berpenghuni. Meskipun kosong, tetapi pulau-pulau ini kerap menjadi tujuan wisatawan dalam dan luar negeri. Selain pemandangan padang rumput yang menawan, di sekelilingnya juga terdapat terumbu karang yang indah dengan air laut yang jernih membiru. Beruntung, saya sempat bertandang ke salah satunya. — read more
-
NUSAfari: Karena Gotong Royong adalah Sumbawa Barat… (8)
Membangun masyarakat membutuhkan usaha yang menyeluruh. Berat, tetapi akan terasa ringan bila dilakukan secara bersama-sama. Menariknya, Sumbawa Barat melakukannya secara lintas sektor. Bukan hanya pemerintah semata yang berperan, tetapi juga unsur-unsur lainnya di masyarakat, termasuk komunitas dan organisasi di masyarakat. Lalu, bagaimana cara mereka melakukannya? Dan bagaimana pula komunitas di Sumbawa Barat melakukan aktivitasnya untuk… — read more
-
NUSAfari: Tetap Lokal dan Menginternasional a la Sumbawa Barat (7)
Kabupaten Sumbawa Barat kaya dengan potensi alam dan tradisi leluhur. Alih-alih tersingkir, keduanya justru menjadi modal dasar bagi pembangunan masyarakat dan ekonomi kabupaten paling barat Pulau Sumbawa tersebut. Bahkan, dengan modal yang sama, mereka juga kerap membangun kerja sama dengan masyarakat internasional. Lalu, bagaimana masyarakat dan pemerintahannya mengelola kedua modal tersebut tanpa kehilangan identitasnya? — read more
-
NUSAfari: Mata Air di Ufuk Barat Sumbawa (6)
Empat hari di Kota Bima merupakan waktu yang singkat untuk mengenal kota tersebut lebih dalam. Hanya saja, saya tidak bisa tinggal lebih lama lagi lantaran harus segera menuju ke kota selanjutnya. Pasalnya, saya hanya punya waktu melancong hingga pertengahan September 2019. Artinya, saya hanya punya waktu maksimal 4 hari di masing-masing kota antara Sumbawa hingga… — read more
-
NUSAfari: Bang Khairudin M Ali, Si Solois IVLP (5)
Bagi alumni IVLP, ketika berkunjung ke sebuah daerah, tidak ada yang lebih menggairahkan dibandingkan mencari alumni IVLP lainnya yang tinggal di kota tersebut. Tradisi ini seperti telah mengakar dan menjadi agenda utama para alumni. Hal ini pula lah yang kami lakukan ketika mengunjungi Bima pada pekan pertama September 2019 silam. — read more
-
NUSAfari: Kala Geliat Bima Muda Menggeliut Tanah Sumbawa… (4)
Bagi saya, Bima bukan hanya nama sebuah kota. Lebih dari itu, dia adalah rajutan asa muda yang menunggu untuk berkembang dan memajukan wilayahnya. Setidaknya, hal inilah yang saya rasakan ketika bertemu gairah anak-anak muda Bima yang bersemangat untuk membangun masyarakatnya dan mengejar ketertinggalannya. — read more
-
NUSAfari: Ingat Bima, Kenang Pula Bakso Sapinya (3)
Masyarakat Bima lekat dengan tradisi mengkonsumsi daging segar. Teman-teman Alumni IVLP suka mengistilahkan, “matinya baru satu kali.” Artinya, setelah disembelih, daging hewan tersebut langsung diolah menjadi penganan. Dampaknya, cita rasa makanannya pun jadi lebih gurih dan sedap di lidah. Tentunya, jadi lebih sehat karena kualitas daging yang masih segar dan bebas bahan pengawet. — read more
