seorang kawan gemar sekali menyapa dengan sapaan ‘hey’ saat bertemu dengan orang. namun, berbeda dengan orang kebanyakan yang menyebutkan ‘hey’ dengan lantang, kawanku yang satu ini selalu mengucapkannya dengan intonasi penuh kebijaksanaan dan kedewasaan. dan entah kenapa, akhir2 ini aku juga lagi senang2nya menyapa dengan kata ‘hey’ ke setiap orang, yang tentunya berusaha melakukannya dengan intonasi gaya sang kawan.

intonasi yang seperti itu memang bukan dibuat2 oleh sang kawan. yang kurasakan, sang kawan memang selalu penuh dengan kata2 bijak saat berbicara. tidak hanya itu aja, sang kawan juga jarang sekali aku denger menghambur2kan kata untuk berbicara. kata2 yang dia pilih, selalu tepat dan menyenangkan untuk didengar. meskipun seringkali yang terdengar adalah istilah2 yang cukup asing bagiku. tapi hal itu malah membuat aku belajar untuk lebih bijak memilih kata.

mungkin benar apa kata michel de montaigne, bahwa kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain. tapi menurutku, kebijaksanaan merupakan pengetahuan yang tidak hanya melibatkan wawasan dan pemikiran yang dalam, melainkan ada faktor ketenangan hati dan pikiran. dan lagi2 menurutku, itu bisa dipelajari, meskipun dengan proses yang sangat lama memang.

tak ada salahnya belajar untuk lebih bijak dan dewasa. dan tak ada salahnya juga aku belajar menjadi dewasa dan bijak dari sang kawan. untuk itu, tak ada salahnya juga aku menyapa orang dengan sapaan ‘hey’. tentunya dengan intonasi bijak dan dewasa layaknya sang kawan.

hey…


5 tanggapan atas “Hey…”

  1. Yudha P Sunandar Avatar
    Yudha P Sunandar

    @ all
    hey semua…

    @ deniar
    penafsiran berbeda gimana, den? perasaan udah disampaikan sejelas2ny…

    @ anis
    oh yah mba? kok bisa tau?

    Suka

  2. natazya Avatar

    hey juga hihihihi

    Suka

  3. Anis Avatar

    Anis [pikir] tau orang yg dimaksud 😉

    Suka

  4. deniar Avatar

    Terkadang ‘hey’ kalau di tulisan (terutama di blog) bisa memberikan penafsiran yang berbeda. Makannya rada hati2 kalo nulis2 gitu

    Suka

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai