aku hanya ragu
apakah ini sebuah asa
dari gejolak lembayung senja
yang menapik kiasan antara aku dan angin lalu
mengurai dera
membasahi selaksa petuah dalam dada
tak hentinya aku berbicara
tanpa jeda dan jelas tanpa makna
mengitari hati
bukan hanya sekedar tak kuasa berdiri
memancing gejolak cinta dalam darah
menyusun jari demi jari ungkapan hampa
tujuan tanpa arah
mengantarkan aku ke sebuah perjalanan
tak hanya tak abadi dan fana
tetapi juga membingungkan dan membosankan
entah apa yang harus ku hendaki kini
terduduk terdiam terpesona pada dunia
tanpa mampu berkeinginan dan berkehendak
hanya kuasa yang mencerca
sudahlah…
mungkin ini yang harus ketapaki
tanpa ada lagi harapan
dan sebuah impian
